PEMBUATAN BATAKO DAN PAVING BLOCK SECARA MASINAL DI KABUPATEN PACITAN
9 Okt 2004 Volume: 3 No: 2

Masyarakat Kabupaten Pacitan pada saat ini telah memperoleh tambahan kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya akan bahan bangunan untuk pembuatan rumah tinggal dan sarana umum. Kemudahan ini diperoleh berkat adanya kerja sarna antara Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM), Universitas Brawijaya dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalul Program Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (IPTEKDA)-LIPI.

Pembuatan batako dan paving block yang selama ini dikerjakan secara manual, kini telah ditinggalkan dan diganti dengan proses pembuatan secara masinal. Perubahan itu dapat terjadi berkat adanya mesin pengayak pasir, mesin pengaduk dan mesin pencetak batako dan paving block yang diperkenalkan oleh LPM; Universitas Brawijaya, yang pembuatnya adalah Bengkel Elektro dan Laboratorium Teknologi, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.
Proses produksi dan mesin-mesin yang digunakan
Batako dan paving block yang diproduksi, bahan bakunya terdiri dari pasir, semen dan air dengan perbandingan 75:20:5. Perbandingan komposisi bahan baku ini adalah sesuai dengan Pedoman Teknis yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 1986
Adapun proses produksi batako dan paving block adalah sebagai berikut:

1. Pasir diayak untuk mendapatkan pasir yang halus dengan menggunakan mesin seperti tertera pada Gambar 1.

2. Pasir tanpa diayak dan semen diaduk sampai rata dengan menggunakan mesin pengaduk (Gambar 2) dan setelah rata ditambahkan air.


3. Adonan pasir, semen dan air tersebut diaduk kembali sehingga didapat adukan yang rata dan siap dipakai.

4. Adukan yang siap dipakai ditempatkan di mesin pencetak batako/paving block dengan menggunakan sekop dan di atasnya boleh ditambahkan pasir halus hasil ayakan (bergantung pada jenis produk batako/paving block yang akan dibuat).

5. Dengan menggunakan lempengan besi khusus tersebut dipres/ditekan sampai padat dan rata mekanisme tekan pada mesin cetak seperti pada Gambar 3.


6. Batako/paving block mentah.yang sudah jadi tersebut kemudian dikeluarkan dari cetakan dengan cara menempatkan potongan papan di atas seluruh permukaan alat cetak.

7. Berikutnya alat cetak dibalik dengan hati-hati Skala produksi dan keunggulan produk akhir sehingga batakolpaving block mentah tersebut keluar dari alat cetaknya.

8. Proses berikutnya adalah mengeringkan batako/paving block mentah dengan cara diangin-anginkan atau di jemur di bawah terik matahari sehingga didapat batako/ paving block yang sudah jadi.

Hasil produksi batako/paving block sebelum dipasarkan harus menjalani pengujian mutu yang meliputi :

a. pengujian ukuran dan tampak luar;

b. pengujian daya serap, dan

c. pengujian kuat tekan

Keseluruhan proses produksi batako/ paving block samapai kepada pemasaran nya dapat di gambarkan dengan diagram sebagai berikut :


Skala produksi dan keunggulan produk akhir
Batako/paving block yang dihasilkan dengan sistem produksi ini mempunyai kelebihan bentuk cetakan lebih bagus, permukaan lebih rata dan pori-porinya lebih rapat sehingga kuat tekan dan tegangan tekannya lebih tinggi serta tidak mudah retak. Di samping itu dengan sistem produksi ini skala produksi harian dapat ditingkatkan dari 200-250 buah batako/hari (dengan sistem produksi manual) menjadi 650 buah batako setiap harinya. Untuk produksi paving block dapat ditinglcatkan dari 20 m2/hari (sistem manual) menjadi 40 m2/hari. Keuntungan lain yang bisa didapat dari sistem produksi barn itu ialah menurnnnya tingkat produk cacat dari 35% menjadi20%.


Cetak  Kembali ke daftar buletin

 Copyright©2001-2002 by LIPI Developed by Sentradata-Pentatika Modified by Waluya